(02 Mar 2026)
1 Maret 2026 – Dunia kedokteran laboratorium semakin mengukuhkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan. Dalam ajang bergengsi International Symposium on Laboratory Medicine yang berlangsung di Shenzhen, China, tokoh kesehatan Indonesia, dr. Lia G. Partakusuma, tampil sebagai salah satu pembicara utama yang mencuri perhatian.
Sebagai Ketua Indonesia Association of Clinical Chemistry (IACC) sekaligus anggota IFCC Task Force Environmental Impact of Laboratory Medicine (TF-EILM), dr. Lia membawakan materi krusial bertajuk:
"Green Lab Transformation: A Strategic Blueprint for Reducing Costs and Environmental Impact in Asian Hospitals"
Misi Transformasi Laboratorium Hijau
Dalam presentasinya, dr. Lia memaparkan strategi komprehensif bagaimana rumah sakit di Asia dapat melakukan transformasi menuju laboratorium yang lebih ramah lingkungan tanpa mengurangi kualitas pelayanan pasien. Fokus utama dari cetak biru (blueprint) ini mencakup:
Efisiensi Sumber Daya: Pengurangan penggunaan energi dan air di area laboratorium.
Pengelolaan Limbah: Strategi reduksi limbah kimia dan plastik yang menjadi tantangan besar di sektor medis.
Optimasi Biaya: Membuktikan bahwa praktik berkelanjutan (sustainable) justru dapat menurunkan biaya operasional jangka panjang bagi rumah sakit.
Kolaborasi Global: IFCC & Snibe
Kehadiran dr. Lia dalam simposium ini merupakan bagian dari kolaborasi strategis antara International Federation of Clinical Chemistry and Laboratory Medicine (IFCC) dengan Snibe. Sinergi ini menegaskan pentingnya peran pemimpin laboratorium di Asia untuk aktif bersuara dalam kebijakan global mengenai dampak lingkungan dari kedokteran laboratorium.
Partisipasi ini tidak hanya mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional, tetapi juga membawa pulang wawasan berharga untuk diimplementasikan di rumah sakit dan laboratorium klinis di tanah air.